New Addres

August 10th, 2007 by yudhityasorrenti

Sekadar cari suasana baru,
blog dialihkan ke alamat ini..

Maksudnya…

August 6th, 2007 by yudhityasorrenti

Jadi terngiang-ngiang kata-kata Amin, pada perjalanan pulang dari panti, walaupun tidak selesai betul. Amin memutuskan menghentikan kalimatnya, setelah saya terlihat excited, mungkin dia jadi nggak enak sendiri kali ya.
Relevansi dari kata-kata Amin, yang akhirnya saya mengerti maksudnya, saya menyempatkan diri untuk datang ke undangan Mirna. Mirna dilamar!! Selain itu karena saya memang pengen datang. karena sebelumnya belum pernah menonton prosesi lamaran adat Batak dan tentu saja Mirna adalah sahabat saya. Pulangnya saya diberi ingot-ingot, semacam suvenir yang isinya uang Rp500 sebanyak dua buah. "Mir, kalo dapet 2 = 2 x lebih cepat, gue ambil 2 ya…"
Begini kira2 maksudnya.. ‘dalam hidup ini ada beberapa hal yang bisa dinilai dengan materi, tapi ada juga yang priceless, such as time to share, friendship, family..’ Gitu kan Min..

Beauty is Pain

August 6th, 2007 by yudhityasorrenti

Bener juga kata orang,jum’at kemarin saya memberanikan diri untuk facial ke klinik perawatan. Sakit banget, nggak ketolongan deh. Muka saya baik-baik saja -itu dulu. Sekarang, saya sampe bingung..coba ini coba itu. Saya akhirnya ke klinik, dan hanya satu solusinya, f-a-c-i-a-l…

Biru

July 31st, 2007 by yudhityasorrenti

Bagaimana perasaanmu

Ketika kamu pulang

Tidak ada keluarga yang mengasihimu, menyayangimu

Menyambutmu di depan pintu

Bagaimana perasaanmu

Ketika kamu ingin bercerita banyak hal

Tapi tak ada seorangpun disisimu

Yang bersedia mendengarkan keluh kesahmu

Bagaimana perasaanmu

Ketika sekolah menjadi barang mahal

Bahwa uangmu tidak akan pernah cukup

Untuk membayar semua itu

Bagaimana perasaanmu

Ketika sakit menjadi larangan

Dan hanya memiliki dua pilihan

Menunggu keajaiban atau Sunatullah yang bekerja

Love is

July 31st, 2007 by yudhityasorrenti

I love her because of the way she treats me

I love him because of the way he makes me feel

I love her because she’s beautiful

I love him because he’s falling on my feet with roses and jewel

Orang sering mendasari cinta dengan hal-hal yang dianggap indah.

It may sound romantic dan bukan sesuatu yang salah. However, sometimes too romantic that we often hear people saying that in the cinema, with us eating pop corn and sush-ing rude people..

Jarang dari mereka atau mungkin kita sendiri berpikir :

I love her because of the way she treats me

  • What happens if she stops treating you the way you love?

I love him because of the way he makes me feel

  • What happens if she stops making you fell that way?

I love her because she’s beautiful

  • Then she gets hairfall because of her cancer

I love him because he’s falling on my feet with roses and jewel

  • Out of the blue, he broke that he couldn’t buy any roses and jewels anymore

I love you…..because I want to…

-test pack by Ninit Yunita-

Fheewww

July 26th, 2007 by yudhityasorrenti

Gallery_worker

Antara Agresif, Pasrah dan Proaktif*

July 16th, 2007 by yudhityasorrenti

Jodoh adalah rahasia Allah swt, yang kadang tak terduga datangnya. Dalam masa ‘penantian’ yang tak kunjung datang, seorang akhwat dapat memilih untuk bertindak yang sesuai dengan keinginannya. Ada tiga bentuk sikap yang bisa dilakukan oleh para muslimah dalam masa penantian ini, yakni; agresif, pasrah dan proaktif.

Karena terlalu cemas, ada sebagian yang memilih untuk bersikap agresif. Melakukan pendekatan kepada siapapun yang dianggap potensial untuk menjadi pasangan hidup dengan berbagai cara. Kadang tanpa perduli norma dan aturan agama. Sikap ini ini bisa ‘membahayakan’ bagi seorang perempuan. Karena ketergesa-gesaannya bisa berakibat tidak baik. Misalnya saja dia tidak akan selektif dalam memilih siapa calon suaminya. Kriteria-kriteria suami idaman pun kabur tertiup oleh desakan-desakan keluarganya. Akibat yang paling buruk dari sikap ini adalah timbul penyesalan dikemudian hari. Tumbuhnya kekecewaan pada pasangan karena tidak terlalu mengenal karakternya yang berujung pada perceraian. Naudzubillah min dzalik !

Sikap kedua adalah sikap pasrah, sikap ini biasanya memiliki alasan, " ya.daripada jadi perawan tua, lebih baik saya terima." Ada mungkin sebagian akhwat yang berfikir demikian, atau akan berfikir demikian. Biasanya ia tidak kuat menahan desakan orang tua atau keluarganya. Karena orang tua tidak ingin melihat anaknya menjadi perawan tua, maka ia mencarikan jodoh buat anaknya. Seandainya orang tua memahami betul criteria-kriteria seorang suami yang sholeh, maka hal ini tentunya baik bagi si gadis, akan tetapi akan menjadi permasalahan yang serius ketika orang tuanya asal mencarikan laki-laki yang menjadi calon pasangan anaknya.

Kebanyakan orang tua sekarang pertimbangannya sangat pragmatis. Dia mencari jodoh buat anaknya dengan hanya menggunakan pertimbangan materi. Sehingga laki-laki yang dianggap berkecukupan, memiliki pekerjaan tetap maka dia layak jadi menantunya. Pertimbangan agama sama sekali dikesampingkan.

Dalam hal inilah sang akhwat dalam posisi dilematis. Untuk menolak jelas tidak mungkin, karena dia tidak punya alternative. Untuk menerima terasa berat, karena laki-laki yang dibawa orang tuanya sangat jauh dari criteria suami idamannya. Akhirnya dengan berat hati ia menerima laki-laki itu sebagai suaminya.

Pilihan yang paling cocok saat ‘penantian’ bagi akhwat adalah sikap proaktif. Bersikap proaktif bukan berarti pasrah tanpa usaha sama sekali, namun bukan pula bertindak tanpa perhitungan dan pertimbangan. Sikap proaktif ituberarti berdoa sekaligus melakukan upaya yang dibenarkan agama untuk merealisasikan doa tersebut.

Ada sebagian akhwat yang berpendapat, " kalau memang jodoh merupakan bagian dari takdir Allah, mengapa kita harus mengejarnya? Bila sudah takdir pasti akan datang sendiri?" saya kira ini lah kekeliruan logika sebagian manusia. Allah telah menetapkan takdir bagi kita para hambaNya. Yang mengetahui takdir hanya Allah semata, kita tidak tahu bagaimana nasib kita besok. Ketika kita tidak tahu takdir yang akan kita terima, sedang kita diperintah untuk melakukan kebaikan maka kita sebagai mukmin harus memilih jenis perbuatan yang baik.

Kita sebagai manusia dianugerahi akal dan pikiran. Disamping itu kita juga diberi hak ikhtiar (berusaha). Kita juga diberi pedoman berupa Al Qur’an dan As Sunnah, sehingga bisa membedakan kebaikan dan keburukan. Dengan begitu kita justru dituntut untuk berusaha dan beramal. Wallahu a’lam bishshowab

———
(dikutip dari mencari cinta, didik H-Yogya 2004)

*)Diambil dari artikel ini yang dikirim via email oleh seorang teman.

Sok Tau

July 16th, 2007 by yudhityasorrenti

+Sor, artinya domestic partnership tuh apa?

-Setauku sih hidup bersama

+Hus..Ngawur kamu

-Knapa?

+Maksudnya kumpul k*** gitu?

-Mungkin lho..

+Iya juga sih…dari kata-katanya..

===sensored==

-Hahahaha

+Nggak tau mungkin..

-Hahahaha..bilangin dong.

+Nggak berani ah, kamu aja

-yeyeye..nggak papa lagi buat lucu2an

==devil mode on==

It’s me time

July 8th, 2007 by yudhityasorrenti

Sepertinya keputusan melalui wiken dengan tidak pergi kemana2 adalah sesuatu yang lumayan tepat. Beberapa minggu ke belakang ternyata melelahkan, disamping itu dalam rangka berhemat. Bulan ini saya harus menyisihkan sebagian untuk orang yang lebih membutuhkan. Padahal kalu dipikir-pikir bulan lalu, pemasukan saya lumayan lho. Saya dapet tugas ke luar kota untuk 3 hari 2 malam, yang otomatis menambah pundi-pundi saya. Tapi kenapa habis begitu aja ya.. Pembelaan apa yang masuk akal, kondangan paling mengisi amplop dengan nominal standar, beli baju juga harga standar. Walaupun menabung, itu tidak banyak menurut saya…
Oleh sebab itu, minggu ini saya memutuskan di rumah, membaca buku-buku yang sempat saya anggurin berminggu-minggu, perawatan ala sendiri untuk penghematan, nulis blog sebanyak-banyaknya, dan tidak mengunjungi toko buku.

c…c…c..charlie…charlie

July 8th, 2007 by yudhityasorrenti

+Yudhit,maaf mengganggu. Ini saya lagi bareng Pak W*** berkunjung ke Taman Asri.
  Kamu tau Luas lahan yang ada lapangan basketnya berapa?
-Yang dipager ya ,Pak?
+Bukan, yang ada balai warga plus lapangan basketnya
-sekitar 260 something gitu Pak
+Bukan luasnya
-yang bentuknya kerucut?
+bukan..
-pokonya 200an deh Pak
+Luas yudhit, luas..
-yang di depan itu kan Pak
+Iya tapi luasnya..bukan meter lari
-iya Pak 200an..
+luas….luasnya
-aduh maaf saya nggak nyambung, 3000 something..
+berapa?
-3000an, saya ngga tau pastinya..karena panjangnya nggak simetris
+jadi 3000 ya
-iya Pak
+Oke makasih ya
-sama2

*ini bukan yang terakhir, dan sepertinya berlanjut untuk beberapa wiken ke depan..hiks..hikss..