Archive for August, 2006

Welcome to the real world

Thursday, August 31st, 2006

Senangnya, bisa kembali ke dunia nyata…setelah berburu beasiswa S2 dengan mendaftarkan diri di The Scholar Indonesia. Dan menjalankan proses rekrutmen yang lumayan panjang dan melelahkan. Akhirnya cuma sampai 20 besar saja, padahal untuk bisa memenangkan hadiah MMUI gratis tinggal selangkah lagi untuk menjadi 10 besar. Bolak-balik Salemba-Kedoya-Salemba bukan hal mudah, apalagi ternyata pesertanya…mmmm..slurup cegluk cegluk -maksudnya oke mampus banget. Jadi mengingatkan iklan permen pelega tenggorokan, kalau ditanya backround-nya. Imajinasi sendiri, kalau ternyata sang lawan bicara bilang " tingggian dong…!". Tapi saya tetap bangga sama almamater, terbukti 20 besar saya gak sendirian, ada senior 98 TI UNDIP yang ikutan, semoga dia lulus jadi 10 besar. Intinya, ga nyesel! bisa ketemu Fifi A.Yahya, Desi Anwar sempat diwawancara atau lebih tepatnya ngobrol asik sama Kania Sutisnawinata -cantik bangedh da ah. Dan semoga juga gambar saya ga banyak di-edit sama kameraman. Sempet foto bareng, tapi sayang buat dokumentasi MMUI pribadi. Berburu lagi yuk..

Fenomena Kebetulan

Tuesday, August 22nd, 2006

Sering terjadi dalam hidup kita, ada hal-hal yang dialami berdasarkan kebetulan semata. “Untungnya,…” atau “….by accident” dan seterusnya. Kebetulan sendiri ternyata bukan semata2 didapat begitu saja, kebetulan merupakan bagian dari perjalanan hidup yang sudah digariskan. Jadi ingat iklan koyo yang diilhami dengan kebetulan,”pas mau makan, ada yang nraktir..pas mau belanja ada yang bayarin”. Pengalaman saya suatu kali pergi ke mall di Semarang, disana bertemu teman SMA saya yang hanya transit lalu ingin jalan2 ke mall, padahal dia sama sekali tidak punya keperluan ke Semarang, ujung2nya pasti bilang “kebetulan banget..”. Ada lagi yang lebih gila, sahabat saya punya pacar -senior kuliah-yang ternyata sepupu teman SMA saya. Ada cerita -dari salah satu scene sinetron, suatu hari seorang bapak hendak sholat berjamaah di mesjid, ia membawa sepeda tua. Ia berniat menaruh sepeda di halaman samping mesjid dengan pasrah menitipkannya pada Allah. Ada seorang anak yang tiba2 mengingatkan untuk mengunci sepeda tersebut, namun si Bapak bilang saya tidak sanggup membeli kunci dan memasrahkannya. Kemudian si Bapak sholat, beberapa menit kemudian datanglah si Maling yang mencuri, rupanya anak tadi masih penasaran kenapa si Bapak bersikap tidak peduli, ia memutuskan untuk kembali. Karena ia mendapati ada maling yang hendak mencuri sepeda, ia berteriak dan berusaha mengejar sampai ia mendapatkan kembali sepeda itu. Dengan kesal, ia berkata ke si Bapak untuk lain kali mengunci sepedanya, bukankah kita juga mesti berusaha. Si Bapak tetap teguh pada prisnsipnya sambil berkata “Allah tetap menjaga sepeda saya, walaupun hendak dicuri. Lalu siapa yang menggerakkan hati adik untuk menyelamatkan sepeda saya?”. Saya sadar, yang menggerakkan hati saya untuk pergi ke mall yang sama, pada jam yang sama dan melewati jalan yang sama bukan kebetulan. Yang menggerakkan hati untuk kuliah di tempat yang sama dengan sepupu teman saya bukan juga kebetulan. Siapa lagi kalau bukan Sang Maha Membolakbalikkan Hati.

Israel is the real terorist

Thursday, August 10th, 2006

Rasanya emosi menggunung ketika menonton televisi yang menayangkan serangan Israel memasuki hari ke-29 –kalau tidak salah- Yang makin membabi buta, korban rakyat sipil lebih dari 1000 jiwa di kedua belah pihak. Saya tidak mengerti, kenapa timur tengah tidak henti2nya dilanda konflik yang berkepanjangan. Mulai Iran-Irak, Perang Teluk, Israel-Palestina, sampai yang terkini Israel melancarkan serangannya terhadap Lebanon –Pasukan Hizbullah- Waktu saya sekolah dan belajar sejarah etika perang, setahu saya serangan dilakukan ketika daerah sudah disterilkan dari penduduk sipil dan dilarang menyerang fasilitas2 umum seperti rumah sakit. Saya tidak melihat itu, Israel seakan2 makin brutal ketika secara terbuka mendapat dukungan dari Amerika. Dalam waktu satu bulan menewaskan 1000 nyawa yang tidak berdosa, dengan memunculkan isu melawan teroris –bahkan saya orang awampun tidak percaya begitu saja dengan analisa teroris Amerika. Lalu siapa yang berhak disebut teroris sesungguhnya.
Saatnya Muslim dunia bersatu –walaupun tenyata Israel tidak pandang bulu menyerang Qana yang notabene kota suci umat Kristiani- untuk mendesak PBB mengadakan perjanjian gencatan senjata. Lebanon tidak akan bersedia melakukan kesepakatan yang menginjak2 harga diri mereka, mereka memilih mati dalam keadaan syahid. Mencalonkan diri sebagai syuhada menurut saya bukan penyelesaian yang utama, toh kita tidak satu lawan satu melawan mereka. Persenjataan mereka yang beberapa puluh tahun lebih maju dari sekedar tidak mampu dibacok. Kalaupun harus berjihad, relawan dalam bentuk tenaga diplomatik, medis ataupun mengirimkan logistik itu lebih diterima. Kalaupun ternyata ada rudal yang nyasar di tempat kita bertugas itu pasti panggilan Allah untuk menjadi syuhada. Kalau saya apa ya, mungkin pernyataan sikap –paling rendah kadar imannya- bahwa ‘Mengutuk Keras Serangan Israel ke Lebanon”.

Darimana datangnya Brontok

Thursday, August 10th, 2006

Yang jelas dari file2 download saya dan hasil kecerobohan
saya yang tidak pernah memperbarui antivirus saya. Dari dulu, saya selalu
menyerah pada hal2 yang berbau masalah di komputer saya. Akibatnya saya selalu
panik dan menghubungi banyak orang yang
saya pikir bisa membantu masalah ini. Brontok menginfeksi komputer saya untuk
yang kedua kalinya, saya tidak tahu persis apakah ini infeksi lama yang tidak
tuntas atau pun infeksi terbaru, benci panci pokoknya. Saya punya koleksi
antivirus brontok –rekomendasi teman2 saya- namun hasilnya nihil artinya tidak
terdeteksi sama sekali. Akhirnya saya menggunakan cara manual dengan
menghapusnya sendiri tentu saja tidak dengan mencarinya satu persatu yang
notabene ternyata ada 231 folder yang terduplikasi. Sahabat saya Mirna,
menawarkan untuk membawa Ihsan –yayangnya- kalau2 ternyata komputer saya harus
diformat ulang. Kenapa tiba2 jadi nelangsa begini ya, selain karena saya takut
kehilangan data2 terjemahan saya ditambah another emotional reasons.

Inspire Me

Thursday, August 10th, 2006

Secara tidak sengaja saya menemukan dua buku kecil tipis di
meja belajar Abbie –adik saya- yang ternyata berjudul Hidup untuk Hidup
–Masrukhul Amri- dan Tafsir Cinta-Moch.Fakhruroji. Saya lebih tertarik membaca
yang pertama, karena buku yang kedua
isinya abege sekali dan terasa jaman dulu banget. Isinya kurang lebih adalah
motivasi2 hidup untuk yang Mahahidup.

Ada

beberapa ungkapan yang membuat gerimis.

Setiap saat
mengandung seratus pesan dari Tuhan :

Pada setiap kali seruan, “Oh,Tuhan,”

Ia menjawab seratus kali, ”Aku disini.”

-Rumi dalam Matsnawi –

 
Pagi istimewa. Sebab, pagi hari malaikat membagi rezeki.

Siang istimewa. Sebab,mencari rezeki dengan gigih dan benar
adalah jihad.

Sore istimewa. Sebab, barang siapa lelah di sore hari untuk
mencari rezeki menggugurkan dosa.

Malam istimewa. Sebab, sepertiga malam doa kita terkabul.

 
Bersyukurlah atas kesalahan-kesalahan yang engkau buat,
karena itu memberimu pelajaran yang sangat berharga.

[RAHASIA]

Thursday, August 3rd, 2006

As we trudge along through the mud
And we tried to call it home
But we weren’t alright, not at all
Not for one second

Never have been one to write it down
Now I think I can
I know I’m stronger now
Who’s looking south
Not me I’m not looking back
I’m done denying the truth to anyone
Cause I’m alive
 
You showed me how
You seemed to find a hole
But I just laughed and smiled
Begged and rolled my eyes
Even cried and
Denied the truth to you
Just like the truth to me
Mostly lied

Have you found someone yet ?

Thursday, August 3rd, 2006

Pertanyaaan yang
manusiawi yang sering saya terima, secara saya bla bla bla. Saya penganut paham
‘cinta akan menemukan jalannya sendiri’ walaupun terkadang ‘dia tidak begitu
saja turun dari langit’, tapi rasanya bukan sekarang. Bukan karena merasa
superwoman, tapi kalau hanya memuaskan sekitar saya atau bahkan saya sendiri
lebih baik saya tunda dulu. Agama saya mengajarkan laki2 baik2 hanya untuk
perempuan baik2. Bagaimana mungkin saya menginginkan seseorang yang openminded
sementara saya tidak menggali potensi saya sendiri, bagaimana mungkin saya
menginginkan seorang yang teguh hati sementara saya masih sering plinplan, atau
bagaimana mungkin saya menginginkan seseorang yang taat beribadah sementara
saya sendiri masih angin2an, dan segudang keinginan lain. I believe in process, anyway.

 

"Aku, dirimu, dirinya tak akan pernah mengerti tentang suratan. Aku, dirimu, dirinya tak resah bila resapi..Cinta tak kan salah..-kahitna-