Archive for October, 2006

Hikmah Lebaran

Saturday, October 28th, 2006

Hikmah lebaran kali ini -bedakan maknanya dengan Idul Fitri- lumayan banyak. Terlepas dari urusan ibadah yang saya serahkan kepada Sang Pemilik Hak Preogratif. Saya punya latar belakang yang buruk dengan nama-nama tetangga di lingkungan sekitar. Selain dulu saya jarang keluar karena rute sekolah-les-rumah, ibu saya memegang teguh prinsip ‘mau guling2 yang penting di rumah’. Ditambah banyak tetangga yang datang dan pergi tanpa saya sadari. Praktis saya agak gapteng -gagap tetangga.
Bulan puasa tahun lalu memang sudah mulai menetap disini, tapi berhubung kerja saya tahun lalu nun jauh disana jadi saya suka bolong2 tarawihnya.
Tahun ini, lumayan senggang, yang jadi soal ketika masuk mesjid ada ritual bersalam2an. Disana saya mulai bingung ketika mereka -yang kebanyakan ibu2- mulai menyapa.."Mana mamahnya?". Sambil bengong bingung ini bu siapa ya ditambah membayangkan memanggil ibu saya dengan sebutan ‘mamah’. Ibu saya memang selalu datang lebih telat dari saya, dengan alasan yang berderet panjang.
Mulai saat itu, saya bertekad menghapal masing2 nama ibu2 itu. Malu juga, karena sebagian mereka suka saya temui di jalan. Saya juga mulai terbiasa ikut2an bersalam2an sesudah do’a selesai dengan tujuan tidak lain dan tidak bukan untuk menyapa ibu2 tadi.
Keliatannya usaha saya mulai berhasil, terbukti ketika pertengahan saya cuti, Inggrid yang gantian jadi tempat bertanya, kali ini topiknya saya -narcist ya.
Nah, sekarang saya jadi tahu kalau ternyata Bu Hadi dan Bu Titin itu orang yang sama.

Idul Fitri

Saturday, October 28th, 2006

Saya mengucapkan SELAMAT IDUL FITRI 1427H..
Mohon maaf kalau ternyata ada tulisan-tulisan saya yang menyinggung …
Semoga di hari ini kita benar-benar kembali fitri.

Tulang Rusuk yang Hilang*

Wednesday, October 18th, 2006

Duhai tulang rusukku yang hilang
Yang keberadaannya entah dimana
Mungkin kamu sama sibuknya denganku
Sedang membaca rambu-rambu

Duhai tulang rusukku yang hilang
Atau mungkin kamu berada di persimpangan
Dengan segudang pertanyaan
Belok kiri atau kanan

Duhai tulang rusukku yang hilang
Mungkin sebaiknya aku berhenti atau berlari
Kalau ternyata kita tidak di ujung yang sama
Satu-satunya yang aku ketahui
adalah kita sedang mempelajari
untuk mencintai sebuah ketidaksempurnaan
dengan cara yang sempurna

*ungkapan ini diambil dari Mba Rani

Cuma Kata kata

Friday, October 13th, 2006

Tak terasa sudah hampir 50 tulisan lebih saya tulis diblog ini, hampir 30 komentar lebih yang tentu saja membuat saya jadi semangat lagi, itu belum termasuk via sms dan bicara langsung. Tadinya saya pikir menulis di blog lumayan ‘aman’ untuk saya, saya terlalu naif untuk menyadari bahwa dunia maya bukanlah tempat yang aman untuk menyimpan isi hati. Tapi lama-lama saya mulai menyukainya, ya itung-itung mengobati cita-cita -jadi wartawan musik, biar gratis nonton konser. Biar bagaimanapun My Babu tetap jadi tempat yang aman untuk mencurahkan isi hati, tapi masalahnya tidak aman lagi kalau saya tidak hati-hati menyimpannya. Terima kasih buat semua yang pernah mengunjungi, walaupun tidak memberi komentar secara langsung. Bingung ya baca tulisan saya, to someone who always keep an eye on me, I know you’re there. -garingbangetsayakaliini-

New Snow

Friday, October 13th, 2006

feel the new love is calling,

new snow is falling,

second chance to make things alright.

Nggak Penting

Wednesday, October 11th, 2006

Jawablah pertanyaan dibawah ini dengan mudah, masing-masing pertanyaan 30 detik,
1. 5 nama peraih nobel
2. 5 negara pemilik tambang di dunia
3. 5 tokoh politik terhangat
4. 5 nama negara terkaya
5. 5 penemuan teknologi terkini

Jangan terlalu dipikirkan jika anda tidak mampu menjawab kurang dari separuh dari waktu yang ditentukan. Setelah itu jawablah pertanyaan berikut ini dengan batas waktu yang sama,

1. 5 nama yang sering dihubungi saat2 darurat
2. 5 nama yang selalu bersedia berbagi kesedihan
3. 5 nama yang selalu ingat hari ulang tahun kita
4. 5 nama yang selalu memberikan semangat dikala putus asa
5. 5 nama yang selalu membuat kita tertawa

Bila anda dapat menjawabnya lebih dari separuh dengan mudah,  Selamat anda orang yang beruntung tanpa harus bisa menjawab kelompok pertanyaan pertama yang menjadi tidak penting untuk menjadi orang yang berarti buat orang lain.

Oleh-oleh

Wednesday, October 11th, 2006

Dapet oleh-oleh pulang tarawih -aktivitas yang mulai ditelateni tahun ini di mesjid, tentang urutan do’a-do’a
Do’a duniawi
Do’a yang berbau urusan dunia, kalo buat saya misalnya do’a lulus ujian, dapet kerja yang sesuai, dapet pasangan yang sejalan, sampai diberikan kelapangan rizki.
Do’a Akhirat
Do’a yang berhubungan dengan kehidupan setelah mati, permohonan untuk khusnul khotimah dan dijauhkan dari siksa kubur itu salah satunya.
Do’a Tertinggi
adalah do’a meminta keridhoan Allah atas apa2 saja yang kita lakukan dan kemantapan keyakinan -istiqomah dijalan-Nya-
Kata pak Ust.Yakub do’a terakhir kadang luput dari daftar2 panjang permohonan do’a kita, tapi sebenarnya itulah yang kita butuhkan dan kita tidak menyadarinya..
hiks..hiks..hiks..

BuBarBril

Wednesday, October 11th, 2006

Alias Buka bareng Brilky, akhirnya tercapai juga. Walaupun Cicy, Dina dan Ika nggak bisa dateng. Untuk mempermudah dan alasan efisiensi, kami janjian di salah satu town square, saya datang bersama Estu, Miwna bareng Ihsan, dan seperti biasa yang daterng terakhir Mieke dan Yuki. Waktu jadi sebentar, ketika ngobrol sambil ketawa-ketiwi. dari obrolan tidak terlalu penting -SG dan Buluk- sampai berujung pada nasihat-menasihati. Kali ini saya kebagian dinasihati Estu untuk bilang "InsyaAllah secepatnya…".

Buka Puasa

Wednesday, October 11th, 2006

Keluarga besar ibu saya memang tergolong solid, bukan bermaksud subyektif, mungkin dilatarbelakangi domisili yang berdekatan dan memang sudah begitu adanya. Buka puasa bukan satu2nya bukti, tapi salah satu momen yang ditunggu selain arisan bulanan. Senang rasanya bisa kumpul bareng mereka, setelah beberapa tahun belakangan kehilangan momen bareng mereka. Banyak anggota baru yang generasinya dibawah saya, alias keponakan yang lucu2. Serasa udah uzur dipanggil tante, bahkan ada sepupu ibu saya yang lebih muda -punya cucu- harusnya saya dipanggil bude -hellooo. Jadi ketika Rara -anaknya De’Rani- memanggil saya, saya  merengek ke Ibunya " ada panggilan lain yang lebih bersahabat nggak, De? "

Godaan itu selalu datang..

Wednesday, October 11th, 2006

Coba kalo qiqi nggak menelpon saya untuk sekadar ngobrol dan bilang memang inilah jalan yang paling benar yang saya ambil..
Coba kalo saya nggak menelpon Estu menyampaikan rencana buka puasa bareng, dia menyelipkan pesannya untuk tidak melepas yang saya pilih..
Coba kalo Ibu tidak menunjukkan muka nonresponsifnya dan meyakini bahwa restunya itu jadi hal penting dalam melangkah..