Archive for February, 2007

Intersection

Saturday, February 17th, 2007

Mengerjakan :

  1. Memilah-milah Berita Acara FASOS FASUM yang segunung..
  2. Simulasi RAB Seabrek-abrek sampe pengen muntah -asli lho, bukan hiperbolis..
  3. Membantu panitia lelang pas pembukaan dan pembagian dokumen..

Dalam satu waktu, tanpa boleh menolak salah satu diantaranya karena alasan loyalitas..

What a name !

Saturday, February 17th, 2007

Sebagai orang baru di komunitas baru, tanpa saya sadari, ternyata hampir sebagian besar obrolan basa basi pertama adalah membahas nama saya. Terutama nama terakhir. Rata2 dari mereka menanyakan hal seragam,"asli kamu darimana? marga dari daerah mana?". Jujur aja ya bow, nama terakhir saya itu cuma singkatan ajah, terdengar lebih sophisticated -caelah!- ya bisa2nya sang Bapak yang suka bereksperimen. Jelas aja saya pura2 keberatan dong menjelaskan asal muasal nama saya itu, alasan pertama saya, takut mereka tiba2 jadi drop, dan yang kedua adalah nanti mereka kehabisan topik lagi buat sekadar ngobrol sama saya…-teteuuup-

Roman Picisan

Saturday, February 17th, 2007

Seorang pecinta yang terbaik adalah sahabat yang terhebat.
Jika kamu mencintai seseorang, jangan berharap bahwa seseorang itu akan mencintai kamu persis sebaliknya dalam kapasitas yang sama.

Satu diantara kalian akan memberikan lebih, yang lain akan dirasa kurang.
Begitu juga dalam kasus kamu yang mencari, dan yang lain akan menanti.

Jangan pernah takut untuk jatuh cinta. Mungkin akan begitu menyakitkan, dan
mungkin akan menyebabkan kamu sakit dan menderita.
Tapi jika kamu tidak mengikuti kata hati, pada akhirnya kamu akan menangis jauh lebih
pedih… karena saat itu menyadari bahwa kamu tidak pernah memberi….

Cinta itu sebuah jalan.
Cinta bukan sekedar perasaan, tapi sebuah komitmen.
Perasaan bisa datang dan pergi begitu saja.
Cinta tak harus berakhir bahagia, karena cinta TiDAK HARUS berakhir

Cinta sejati mendengar apa yang tidak dikatakan dan mengerti apa yang tidak dijelaskan,
sebab cinta tidak datang dari bibir dan lidah atau pikiran… melainkan dari HATI.

Ketika kamu mencintai, jangan mengharapkan apapun sebagai imbalan, karena jika kamu demikian, kamu bukan mencintai, melainkan investasi.

Jika kamu mencintai, kamu harus siap untuk menerima penderitaan.
Karena jika kamu mengharap kebahagiaan, kamu bukan mencintai… .melainkan memanfaatkan.

Lebih baik kehilangan harga diri dan egomu bersama seseorang yang kamu cintai
dari pada kehilangan seseorang yang kamu cintai karena egomu yang tak berguna itu..

Bagaimana aku akan berkata "SELAMAT TINGGAL "…. kepada seseorang yang tidak pernah aku miliki ??

Kenapa tetes air mata jatuh demi seseorang yang tidak pernah menjadi kepunyaanku ??
Kenapa aku merindukan seseorang yang tidak pernah bersamaku dan kubertanya,
Kenapa aku mencintai seseorang yang cintanya tidak pernah untukku ??

Sangat sulit bagi dua orang yang mencintai satu sama lain ketika mereka tinggal dalam dua dunia yang berbeda….. …..
Tapi ketika kedua dunia ini melebur dan menjadi satu, itulah yang disebut KEAJAIBAN !!

Jangan mencintai seseorang seperti bunga karena bunga mati kala musim berganti,
Cintailah mereka seperti angin, sebab angin bertiup selamanya… …..

Cinta mungkin akan meninggalkan hatimu bagaikan kepingan2 kaca, tapi tancapkan dalam pikiranmu, bahwa ada seseorang yang akan bersedia untuk menambal lukamu
dengan mengumpulkan kembali pecahan- pecahan kaca itu sehingga kamu akan menjadi utuh kembali….. .

Pak Yudith bilang..

Thursday, February 15th, 2007

Lucu ya, jauh2 kuliah ketemu Yudith lain..eee ..disandera seumur hidup beratasan seorang Pak Yudith pula. Pak Yudith itu Kabag.TU, sama dengan manajer HRD kalau di perusahaan. Kami memiliki ikatan emosional secara nama ya. Kemarin judul pemanggilan ke kantor beliau adalah pembagian kaos. Seperti biasa setelah serah terima kaos, beliau selalu memberi wejangan. Jujur aja nih, saya biasanya suka ngantuk. Selain ruangan yang lebih dingin -ada tambahan ac, ditambah harum -mungkin aroma terapi lavender ya ;p. Tapi kali ini, ada beberapa kata2 yang menggugah alam sadar saya ketika ngantuk. Beliau memang selalu bercerita tentang apa saja, dan diambil hikmahnya disetiap akhir cerita. Disaat beliau bercerita tentang perjalanan percintaannya yang berrjalan mulus, saya menimpali "pasti itu ibu ya Pak?" dengan tegas beliau menjawab bukan. Ketika cerita berganti objek, hingga orang yang ke-3. Itu juga masih bukan yang menjadi istrinya kelak. Lalu saya bilang, kenapa begitu, maksud saya toh tidak ada halangan yang berarti. Beliau menjawab "Itu namanya bukan jodoh, kamu harus bisa bedakan itu ya". Lalu beliau menceritakan alasannya, saya berkaca-kaca deh, atau memang mungkin saya yang sentimentil. Tapi betul, alasan itu lebih ke jalan ALLAH yang tidak bisa kita ganggu gugat. "Maka dari itu ya, mendekatkan diri terus pada ALLAH, biar DIA yang membereskan segala sesuatunya". Kalau saja saya tidak harus buru2 kembali ke ruang lelang, saya pasti bilang "iya", ketika beliau bilang "Masih mau dengar cerita saya yang lain?".

Things are going fine

Thursday, February 15th, 2007

Sudah hari ke-15 posko banjir dibuka dikantor saya. Masing-masing pegawai mendapat jatah jaga satu kali untuk musim kali ini. Jatah saya kebetulan pas hari-H dimana banjir lagi banyak2nya..mmm maksud saya curah hujan sedang tinggi2nya, praktis banjir melanda hampir setiap sudut kota. Saya merubah pola pikir saya, biasanya saya suka teriak2 ambil nonton tv kalo kerja pemerintah lamban, sekarang saya benar2 keteter. Saking banyaknya daerah yang mesti ditolong, tanpa skala prioritas. Jujur aja, saya belum pernah terjun langsung ke lokasi, karena tugas saya hanya merekap data kejadian -belakangan dimintai tolong untuk data logistik. Semua konsentrasi -dari mulai hut kota sampai program adipura- serta merta hilang untuk sementara. Saya pikir ini bagian ‘dosa masa lalu’ yang harus kami pikul. Coba anda bayangkan, mana mungkin daerah resapan dijadikan perumahan, jelas pasti banjir lah..bodoh banget pejabat yang dahulu memberi ijin. Saya pernah ikut rapat kelayakan investasi sebuah perumahan -bareng Walikota. Setelah dilakukan survey, ternyata lokasinya lebih rendah dari daerah yang sudah langganan menjadi daerah banjir, plis deh! It’s a BIG NO NO. Dan rapat tidak kurang dari lima menit saja, sang Pengembang pun pulang dengan langkah gontai…Semoga doa saya di awal apel tidak hanya dimulut saja.

Campur campur

Thursday, February 8th, 2007

Jadi inget kata-kata Arda, time is ticking..fhew!..I’m in hurry now. Kadang dalam perenungan saya, saya banyak terselamatkan dari banyak hal. Dari mulai teman-teman yang mengelilingi -hampir semua ngga ada yang ajaib, atasan yang baik hati, pekerjaan yang tenyata lumayan menantang -saya khawatir tenaga saya banyak yang tersisa :-p, terhindar dari hubungan-hubungan yang ‘aneh’…Dan semua itu saya sadari belakangan, setelah melewati hal-hal yang mungkin saya tidak pahami, kenapa mesti dilalui. Ketika semua berlalu dan menjadi baik-baik saja, yang tersisa cuma rasa syukur yang menggunung.

Dendi, pinjem puisinya ya ;-)

………

though you are imperfect
in every possible way
and being the best
is not your feat

never lose hope

the sky never falls on you
the air never cheats you
and the sun loves every inch of you

you are you
and that’s all you have to do

because
you are second to none
and tomorrow will be just fine


dari "rise of the imperfect"nya Dendi

Maaf Deh

Thursday, February 8th, 2007

Lagi kurang ide -honestly, ini tulisan Udien lewat email yang ‘gue banget’ jadi saya ‘amankan’ disini..

Ada saat-saat ketika resah tak menemukan jawabnya
Ada saat-saat ketika gelisah tak menemukan muara
Di saat kesendirian menanti peristiwa suci nan tak kunjung datang
Ada yang perlu kita renungkan dengan hati yang jernih

Ada yang tak bisa kita jawab…
… karena semua rahasia ada dalam genggaman-Nya.
Tetapi ada satu hal yang bisa kita coba telusuri
… dengan hati yang tenang dan jiwa yang bersih
Kita mencoba merenung secara jujur….
Sejauhmana ketaqwaan kita pada-Nya ?
Seyakin apa permohonan kita kan terkabul ?
Seberapa besar kesungguhan kita dalam memohon ?
Sebera besar keikhlasan kita dalam menerima segala ketetapan_Nya ?

Mungkinkah itu suatu ujian atas ketakwaan kita ?
Atau sebagai teguran atas kekhilafan dan dosa kita ?
Atau mungkin karena kesombongan kita yang malas berdo’a ?
Cobalah bertanya sejenak pada suara nurani !
Tanpa perlu menitikkan airmata duka…
Kalau malam telah lelap, dan suara-suara telah sunyi…
Renungkanlah dengan jernih atas berbagai ujian hidup yang menimpa kita ?
Mengapa terasa begitu berat ?
Mengapa kita merasa sudah tak sanggup ?
Mengapa kita sudah merasa lelah dan terkadang putus asa ?
Padahal tak ada yang terjadi tanpa sepengetahuan- Nya…..
Padahal semua terjadi atas izin-Nya….
Padahal tak ada ujian Allah kecuali sesuai kemampuan kita…
Hanya kita tak tahu apa hikmah di balik semuanya…

Cobalah untuk bertanya…
Cobalah! Cobalah! Dan tahanlah dulu kerisauan itu….
Di atas semua itu, Allah bukakan pintu-pintu- Nya untuk kita
Ketuklah pertolongan- Nya dengan do’a
Di saat engkau merasa tak sanggup menanggung kesendirian
Serulah Tuhanmu dengan penuh kesungguhan dan keikhlasan

"Rabbi, laa tadzarni fardan wa Anta khairul waritsin".
Ini sesungguhnya adalah do’a yang dipanjatkan oleh Nabi Zakariya…
.. untuk memohon keturunan kepada Allah Ta’ala
Ia memohon menghapus kesendiriannya …
…karena tak ada putra yang bisa menyejukkan mata.

Rasa sepi sebagai manusia…,pasti ada…
Memohonlah.. .memohonlah hanya pada-Nya semata…
Semoga Allah memberikan seorang pendamping.. .
… yang menenteramkan jiwa dan membahagiakan hati
Kita memohon kepada-Nya pendamping yang baik dari sisi-Nya
Kita memasrahkan kepada-Nya apa yang terbaik untuk kita

Amiin